Alasan Masuk IPB

November 26, 2010


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Sebelumnya tidak pernah mimpi atau terbayangkan bahwa saya akan masuk ke IPB dan lebih tepatnya ke departemen IPTP. Namun ternyata nasib menetapkan bahwa saya terpilih untuk menjadi salah satu mahasiswa di IPB, departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan.Cara saya masuk ke IPB melalui jalur SNMPTN, tapi untuk memilih jurusan IPTP awalnya adalah suatu kesalahan saya saat mengisi formulir SNMPTN. IPTP merupakan pilihan kedua saya yang secara tidak sengaja saya pilih, karena jujur saya takut tidak diterima di perguruan tinggi negeri di indonesia. Saya malu karena semua saudara-saudara sepupu saya mendapatkan perguruan tinggi negeri. Awalnya cita-cita saya ingin masuk UI dengan memilih jurusan ilmu kesehatan masyarakat. Banyak cara yang telah saya lakukan. Mulai dari awal mengikuti UMB, hingga SNMPTN sebagai pilihan pertamanya yaitu Ilmu kesehatan masyarakat. Mungkin memang sudah nasib saya, saya tidak diterima di UI walaupun saya sudah mengikuti kedua test tersebut. Bukan hanya itu saja, ujian-ujian masuk universitas negeri yang lain pun saya ikuti, seperti ujian masuk UNPAD, STT Telkom, sampai ujian masuk STAN. Namun dari berbagai ujian masuk yang saya ikuti hanya SNMPTN dengan pilihan kedua saya yaitu IPB dengan jurusan IPTP yang mau menerima saya. Sempat memiliki rasa sedih karena tidak diterima di UI, namun juga ada rasa senang karena saya mendapatkan universitas negeri walaupun saya juga bingung karena saya tidak mengerti dengan jurusan yang saya pilih.

Mindset saya pun pada saat itu harus segera saya ubah. Beruntung dari pihak keluarga juga ikut memberi semangat dan meyakinkan bahwa bidang peternakan merupakan bidang yang sedang berkembang saat ini. Selain itu banyak saudara-saudara saya yang meyakinkan bahwa Fakultas Peternakan IPB itu bagus. Awalnya tidak mudah memang untuk mengubah pemikiran dan cita-cita saya untuk berada di IPTP. Namun seiring berjalannya waktu, terlebih lagi setelah saya mengikuti MPF (Masa Perkenalan Fakultas) sedikit demi sedikit membuka mata dan hati saya bahwa saya sedang tidak berada pada tempat dan pilihan yang salah. Mungkin tanpa sengaja pada waktu itu Allah telah menuntun tangan saya untuk memilih IPTP, IPB.

Program pemerintah pada saat ini sedang aktif-aktifnya untuk menciptakan swasembada daging. Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia seperti Cina, Singapura, dan tetangga kita yang paling dekat letaknya yaitu Malaysia pada saat ini kita sangat jauh tertinggal dalam hal produksi, pengolahan serta konsumsi produk hasil ternak. Hal ini memang sangat menyedihkan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebenarnya protein hewani sangat penting dikonsumsi oleh manusia, terlebih lagi untuk pertumbuhan otak anak supaya pintar. Karena protein hewani mengandung asam amino essential yang penting bagi tubuh manusia yang tidak dikandung atau ditemukan pada protein nabati. Dengan masuknya saya ke IPTP saya bisa mempelajari bagaimana upaya dan merealisasikan program tersebut.

Seperti yang banyak kita lihat sekarang ini di Indonesia, peternakan-peternakan rakyat masih sangat tradisional dan jauh tertinggal dibandingakn negara-negara lain seperti Australia,negara-negara Eropa,Amerika dan yang paling dekat dengan negara kita yaitu Malaysia, sehingga cukup sulit untuk mewujudkan program tersebut. Oleh karena itu hal ini merupakan tantangan bagi kita khususnya mahasiswa peternakan untuk membangun peternakan di Indonesia dan memberi pembelajaran atau penyuluhan kepada para peternak di daerah-daerah dengan cara program Bina Desa atau Sarjana Membangun Desa.

Pada saat ini juga telah banyak kita dapati berbagai macam produk hasil ternak yang dibuat sangat inovatif. Hal ini tentu saja untuk menarik pihak konsumen untuk mengkonsumsi produk hasil ternak tersebut. Namun pada kenyataannya di masyarakat kita, tidak semua orang dapat mengkonsumsi produk-produk hasil ternak yang sangat beragam. Hal ini dikarenakan harga-harga produk hasil ternak ini masih tergolong produk mahal yang tentu saja tidak semua kalanagan dapat mengkonsumsinya. Oleh karena itu, saya ingin sekali memliki peternakan sapi perah, dan ayam broiler untuk menghasilkan produksi yang berkualitas namun dengan harga yang tidak begitu tinggi.

Setelah mempelajari berbagai ilmu tentang peternakan yang saya dapat hingga semester 5 ini, ada suatu tantangan besar bagi mahasiswa maupun dosen peternakan, yaitu dapat menciptakan suatu produk bibit unggul dari Indonesia yang mampu menghasilkan produksi yang baik. Hal ini memang tidak mudah, karena memerlukan penelitian serta waktu yang cukup lama. Pada saat ini Indonesia sering mendatangkan bibit unggul dari luar negeri. Padahal jika kita ketahui Indonesia juga banyak memiliki hewan-hewan ternak lokal yang baik. Hanya saja pembudidayaanya yang masih kurang baik. Semoga dengan masuknya saya sebagai mahasiswa peternakan IPB saya dapat mewujudkan hal-hal tersebut. Dapat mewujudkan program pemerintah yaitu swasembada daging, menciptakan peternakan modern di Indonesia, menghasilkan produk-produk hasil ternak yang berkualitas dari segi keamanan pangan dengan harga yang terjangkau dan dapat menghasilkan ternak lokal atau hasil persilangan dengan varietas unggul untuk menghasilkan produksi yang baik. Semua hal tersebut diatas tentu saja dapat terwujud dengan bantuan berbagai pihak, pemerintah, instasi pendidikan, peternak juga semua masyarakat.

Filed in Uncategorized at 12:31 pm

one comment